Selasa, 20 Desember 2011

REFLEKSI

AIR BAGIAN DARI KEBUTUHAN HDUP
Oleh : Muhammad Syamsul Arifin*
Mahasiswa saintek semester 2


Tulisan ini merupakan sebuah refleksi atas peringatan hari air sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2010, Yang meskipun sudah terlambat tetapi dirasa tidak lah salah ketika kita merefleksikan kembali tentang air yang tentunya sangat luar biasa sekali fungsi dan dampaknya pada kita pada umat manusia.
Air merupakan bahan yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan fungsinya tidaklah dapat digantikan dengan senyawa lain dan Air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan baik itu yang bersentuhan dengan manusia secara khusus dan secara umum makhluk hidup karena memilki ketergantungan terhadap air baik itu disadari atau tidak oleh makhluk hidup itu
Tidak bisa dipungkiri air memerankan peranan yang sangat penting terhadap kehidupan manusia di muka bumi ini, yang mana data menunjukan 70 persen permukaan bumi adalah air. Baik itu disadari atau tidak oleh kita, air tetap memerankan peranan yang urgen. Dengan dibuktikan ketika sudah berbau manusia maka air itu menempati peranan vital.
Hal itu bisa dibuktikan akan peranan air yang urgen, seperti: bidang biologi, Air sebagai zat pelarut terpenting untuk makhluk hidup karena air bisa melancarkan proses metabolisme, dan juga air sebagai zat pelarut terpenting dalam fotosintesis dan respirasi. Bidang kimia, air adalah pelarut universal, penting dan kuat dengan rumus kimianya H2O karena ia dapat melarutkan banyak jenis zat kimia, semisal garam dan lain-lain. Peradaban manusia, peradaban manusia Berjaya melalui mengikuti sumber air karena dengan kemudahan akses perairan seperti London, New York city, Paris, dan malahan Negara kita Negara Indonesia. Pangan, air merupakan komponen penting dalam bahan makanan, karena air dapat mempengaruhi penampakan, tekstur, serta cita rasa makanan kita. Bahkan dalam makanan yang kelihatan kering sekalipun, seperti buah kering. Pelarut, pelarut air digunakan untuk mencuci. Mencuci manusia (mandi), mencuci pakaian, mencuci mobil, mencuci lantai (mengepel) dan lain-lain. Memperbaiki kemampuan dan daya tahan tubuh, kita akan mampu bekerja lebih keras atau berat bila mendapatkan air yang cukup. Sebagai tambahan, air dapat memperkuat daya tahan tubuh kita. Karena air dapat menaikkan simpanan glycogen, suatu bentuk dari karbohidrat yang tersimpan dalam otot dan digunakan sebagai energi saat kita bekerja. Pelembab wajah paling ampuh, Dengan minum banyak air membantu kulit kita tetap kenyal dan kencang serta mengurangi garis-garis dan kerut pada wajah. Menangkal rasa letih akibat melakukan perjalanan Udara panas dapat menyebabkan kita dehidrasi dan akan menimbulkan rasa letih pada saat dan setelah perjalanan. Minumlah banyak air sebelum melakukan perjalanan dan satu gelas tiap jam perjalanan kita. Senjata ampuh melawan masuk angin atau pilek, Antibodi dalam lendir yang melapisi kerongkongan berfungsi untuk menjerat virus pilek. Daya tahan ini akan melemah apabila kita dehidrasi karena akan menyebabkan lendir mengering. Sebagai catatan banyak ahli kesehatan merekomendasikan air sebagai ekspektoran (zat yang berperan untuk merangsang penambahan produksi cairan kelenjar) yang efektif untuk mengurangi batuk. Dan masih sangat banyak lagi yang bisa dijadikan sebagai bukti akan keurgenan air.
Kita kembali pada refleksi Hari Air Sedunia Pertama kali Peringatan ini dirayakan bukan tanpa dasar. PBB sendiri mengumumkannya pada sidang PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil. Sedangkan pada peringatan Hari Air Dunia (HAD) kali ini peringatan HAD yang ke XVIII mengangkat tema “tantangan dan peluang mengomunikasikan kualitas air” dan tema tersebut bersesuaian dengan kasus krisis air khususnya di Negara kita Negara Indonesia.
Data menunjukkan, 70 persen permukaan bumi kita adalah air. Akan tetapi dari semua itu, 97 persen adalah air asin dan sisanya tiga persen adalah air tawar, persentase air tawar tadi masih dibagi dengan es, air tanah, air permukaan dan uap air. Menurut penelitian Dr. Firdaus Ali (dosen dan peneliti jurusan teknik lingkungan FTUI), di Indonesia sendiri memiliki potensi air tawar sebesar 1.957 miliar meter kubik/ tahun dengan total populasi mencapai 228 juta jiwa yang jumlah air tawar tersebut setara dengan 8.583 meter kubik/ tahun yang dari jumlah tersebut hampir 87 persen terkonsentrasi di pulau Kalimantan, papua, sumatera, dan semuanya tersebar secara tidak merata di jawa, Madura, bali, Sulawesi, dan lain-lain. Pulau jawa yang luasnya 7 persen dari luas Indonesia yang dihuni sekitar 148 juta jiwa hanya memiliki lebih dari 4,5 persen dari total cadangan air tawar Indonesia.
Selain itu, tidak semua air tawar layak untuk diminum. Itu juga belum termasuk air yang tercemar oleh manusia. Dan, tidak semua daerah di dunia ini mendapatkan porsi air yang cukup. Kondisi ini dapat kita lihat di daerah pelosok desa yang masih belum bisa mengakses air bersih
Kita tak mengerti sejauhmana penanganan air bersih hingga pembagian kepada konsumen. Persoalannya adalah ada pada manajemen pengelolaan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, mereka harus berjalan kaki lima sampai enam kilometer dari rumahnya. Itu pun sumber air diambil dari kubangan di pinggir kali yang mereka buat atau malah ada yang masih harus ngantri yang itupun terkadang masih esoknya yang harus di ambil dari minimnya air bersih di pelosok desa. Betapa menyedihkan memang.
Tapi apa pun semua itu, perubahan sikap patut dan harus kita lakukan. Kata orang bijak, untuk merubah sesuatu tak bisa mengharapkan orang lain, tetapi Kita sendirilah sebenarnya yang harus memulainya. Karena islam sendiri memberikan apresiasi apalagi itu yang berkaitan dengan air, melalui al-Quran, memberi penegasan bahwa air tidak semata merupakan kebutuhan manusia, untuk ibadah wudlu (Q.S. Al-Maidah : 6) dan diminum (Q.S. Al-Baqarah : 60; Al-Hijr : 22; An-Nahl : 10; dan al-Waqi`ah : 68-69), namun juga kebutuhan tumbuhan dan hewan (Q.S. Al-Baqarah : 22; An-Nahl : 10-11; Q.S. Thaha : 53; Al-Mu’minun : 19; dan An-Naba’ : 14-16). Ternyata lebih dari itu, air ternyata menjadi salah satu unsur penciptaan makhluk hidup (Q.S. Al-Anbiya’ : 30), termasuk hewan (Q.S. Al-Nur : 45) dan manusia (Q.S. Al-Furqan : 54). Ditegaskan juga bahwa tanah yang tandus dapat menjadi subur melalui air (Q.S. Al-Baqarah : 164; Q.S. Al-Hajj :5; dan Q.S. Ar-Rum : 24). Maka kita sebagai manusia yang mempunyai posisi sebagai khalifah fil ‘ardi dan secara bersamaan juga sebagai hamba, manusia wajib aktif menjaga keharmonisan alam dan menyebarkan rahmat ke seluruh alam.

Wallahu ‘alam bish showab
Hadzanallahu wa iyyakum
* mahasiswa semester 2 Fakultas Sain’s dan Teknologi UIN SUKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar