Islam dan Semangat Perubahan
dedy.
Dari dulu hingga kini, hari tidak henti-hentinya tinta untuk mengukirka titanya di atas kertas sehingga menjad pembicaraan dan pembahasan orang, baik di media massa maupun dalam pembicaraan sehari-hari seiring dengan ini sekan-akn timbul pertanyan bagi kita serang pemuda yang kritis akan ke intelektualan kita.
Sebenarnya tapa kita sadari bahwa kitalah penaggung jawab bagi bangsa dan Negara kita, jadi ambil kesimpulan dari untaian dari keterangan di atas bahwa kitalah pewaris masa depan bangsa dan agama kitalah bangsa dan agama kitalah pejauang bagsa dan agama yang akan memperjuangka bagsa dan agama dari penindasan-enindasan yang tak henti-hentinya.
Tapi ingat temen-temenku sekalian,bukanlah mudah dan ringan untuk memperjuangkan bangsa kita ke pintu gerbang pembebasan dari penindasan terhadap nenek-nenek moyang kita hingga saat ini jika ingin semua itu kita raih maka kita perjuangkan dulu diri kita dari pengekangan –pengekangan dan penidasan penindasan kecil.sehngga tampa kita sadari sedkit demi sedikit diri kita tertindas
Misalnya saya di lingkungan kita tidak terbudayakan membaca suasana kampus yang monoton ,peraturan yang tidak relefan dengan itu semua aka memyebabakan orang-orang yang ada di dunia pendidikan akan senang melakukan di luar pendidikan,kalaulah seperti ini jadinya maka tidak akan pernah menginjakka kaki kita dari penderitan menuju perubahan yang gemilang
Tapi jagan kwatir teman-teman seperjuanganku,bukanlah allah berfirman dalam alquran “ tidak kan ku ubah naib suatu kaum kecuali diri mereka sendiri yang merubah” dari ayat di atas bahwa allah tidak akan pernah mendengarkan da merubah hamba-hambnya yang tahunya hanya meminta –minta da meminta ( do’a) kepadanya tampa ada usaha artimya apabila kita ingin perubahan maka kitalah yang merubahnya sendiri khususnya bagi bangs kita dan diri kita.
Makanya denga itu saya agak cemas dengan keadaan di kampus-kampus kita makanya saya mengatakan di atas tadi peratuan yang tidk relefan dengan ,mengapa saya mengatakan demikian,seakan-akan kita di timbulka dan di didik di kampus-kampus kita menjadi orang yang egois orang yang tidak peduli terhadap terjadinya peristiwa di sekelilngnya jadi buat apa ilmu-ilmu yang kita dapatkan dari dosen-dosen kita namun kita tidak tahu kemana apakah untuk dii kita.
Kader HMI fakultas ushuludin
Selasa, 07 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar